Selasa, 05 April 2016

jaringan



1. Topologi Bus

Topologi Bus digunakan untuk sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.

       Keuntungan:
  • Akan menghemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan  mudah tanpa mengganggu workstation lainnya

       Kerugian:
          •    Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
          •    Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
          •    Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat            
                maka
                keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
          •    Diperlukan repeater untuk jarak jauh
Ciri-ciri Topologi Bus
  • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
  • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer
  • Menggunakan konektor BNC tipe T
  • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm
  • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
  • Discontinue Suppor

2. Topologi Star

  Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.


Keuntungan:
  •  Paling fleksibel
  •  Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  •  Kontrol terpusat
  •  Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan

Kerugian:
  •  Boros kabel
  •  Perlu penanganan khusus
  •  Kontrol terpusat sehingga (HUB) jadi elemen kritis
Ciri-ciri Topologi Start (Bintang)
  • Akses kontrol terpusat, terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi
  • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat
  • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit).

3.Topologi  Ring

  Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi Ring adalah
  • setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan,  sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
  • Penambahan komputer baru lebih sulit.
  • Peka terhadap kesalahan
Keunggulan topologi Ring adalah:
  • tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.
  • Hemat kabel
Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
  • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mampu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
  • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.

4.  Topologi Mesh

  Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang adadidalamjaringan maka setiap perangkatharus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).


Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  •  Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatif mahal.
  • Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Ciri-ciri Topologi Extended Star
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi
  • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya.


5.  Topologi Tree

   Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.
Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan.
Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater.  Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsi Repeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.



Kelebihan topologi TREE
1.       Mudah untuk dikembangkan
2.       Semua data perusahaan dapat terpusat menjadi satu area kerja
3.       Kontrol menejmen lebih mudah karena sentralisasi dibagi menjadi beberapa
    tingkatan.
Kekurangan topologi TREE
1.       Dapat terjadi tabrakan file data
2.       Bila terjadi kabel putus pada komuter tingakt diatas, komputer tingkat dibawahnya     tidak dapat digunakan.

3.     Jaringan Komputer berdasarkan jarak dan cakupannya
   Jaringan komputer adalah  sekumpulan komputer dan perangkat-perangkat lain sebagai pendukung komputer yang saling  terhubung atau terkait dalam suatu kesatuan, melalui media kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga pengguna jaringan dapat saling melakukan pertukaran informasi, baik berupa dokumen, data atau bahkan melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan itu.
1. PAN (Personal Area Network)
Merupakan jaringan antara dua atau lebih sistem komputer yang berjarak tidak terlalu jauh. Biasanya Jenis jaringan ini hanya berjarak 1 sampai 5 meter saja. Jenis jaringan ini sangat sering kita gunakan. misalnya, PDA, keyboard, mouse , headset wireless, camera dan peralatan lainnya maka kita telah membentuk suatu Personal Area Network.
2.  LAN (Local Area Network)

LAN merupakan jaringan komputer yang dapat digunakan pada area tertentu.LAN dapat digunakan sampi jarak 10 KM. Namun,dalam praktek jaringan ini hanya digunakan pada lingkup yang sangat sempit misalnya pada sebuah gedung yang memerlukan hubungan antar komputer yang satu dengan komputer yang lain, disuatu sekolahan, universitas tertentu, dll. 

3. MAN (Metropolitan Area Network),Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini berkisar antara 10 hingga 50 km.

4. WAN (Wide Area Network), WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. Internet merupakan contoh dari jaringan WAN ini 100 KM – 1000 KM.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar